20
Aug

Jalan Ku Ingin

Jalan Ku Ingin

Entah kegilaan apa pada masa itu, atau mungkin sekedar ikut-ikutan kata teman yang lebih dewasa atau karena keterbatasan wawasan dan pengetahuanku, aku berangan-angan ” kecil aku dimanja-besar foya-foya-tua kaya raya-dan mati masuk surga”. Indah bukan? Yah itulah angan-anganku yang pada masa itu tak kumengerti dengan jelas apa maksudnya.

Saat ini ketika usia dewasa telah beriring dengan jalan kehidupanku, aku teringat dengan angan-angan itu. Angan-angan itu sering kuucapkan meski hanya untuk mengundang tawa teman-teman ketika sedang bercanda. Dan entah kenapa pada saat usiaku menginjak 40 tahun kata-kata itu sangat mengusik anganku. Ternyata perjalanan hidup yang kulewati terlalu jauh menyimpang arah dari impian masa kecilku.

Sambak, ini adalah nama dukuh (bagian dari desa). Sebuah perkampungan yang menjadi saksi bagiku untuk melaui indahnya masa anak-anak. Indah..? untuk masa itu terasa indah juga. Ketika main gasing dari kayu petai cina, main yoyo oleh-oleh emak dari pasar, main dor-doran dari cabang bambu di sawah pinggir desa, lumayan indah untuk dikenang. Tapi di manja?? Ah …. jauuuh.! Benar ….jauuh. Sengsara? Menderita? Tidak juga. Mungkin wajar dan cukup istilah yang tepat untuk masa kecilku. Dengan keberadaan kedua orang tuaku tidak ada kesempatan bagi keduanya untuk memberikan kemanjaan untukku.

Di usia remaja aku ikut nenek. Kuripan mungkin maksudnya kahuripan, desa dengan nuansa santri tempat nenekku tinggal. Kehidupan yang biasa-biasa saja seperti remaja yang lain. Tidak ada yang luar biasa. Foya-foya?. Ingin sih foya-foya, tapi tidak ada peluang. Maklum ikut nenek, sehingga nggak ada modal untuk foya-foya.

Yang membebani pikiranku sekarang adalah diusia dewasaku kini, apakah angan-angan ketigaku juga tidak bisa terwujud? Keresahan dan gundah gulana benar-benar membebani hati dan pikiranku.Apakah ketika di manja dan foya-foya tidak sempat menjadi kenikmatan, diusia dewasaku sekarang kaya-pun jauh dari harapan??

Harus kaya, yang aku yakini bila aku kaya, tidak mungkin aku merogoh kantong sedalam-dalamnya untuk mencari uang receh bila hendak beramal atau bersedekah. Aku masih tetap tersenyum meskipun yang ku berikan kepada peminta-minta adalah uang bergambar Soekarno-Hatta. Dengan mudah lisanku berkata ”berapa kekurangannya, biar saya yang menyelesaikan” ketika ada saudara kita mengajukan proposal pembangunan sekolah atau masjid. Banyak peluang dan kesempatan untuk meningkatkan rasa sosial dan keagamaan bila saya kaya. Setidaknya anak-anak bisa sekolah dengan layak dan bekecukupan.

Ciledug, pinggiran Ibukota ,Jakarta.
Disini kaki berpijak, setapak demi setapak melangkah menuju pencerahan dan berkelimpahan. Pencerahan dalam bathin, nurani dan sanubari, dengan sinaran keimanan sehingga langkah kehidupan selalu bijak dalam kebajikan bersama kasih Illahi Robbi. Berkelimpahan kekayaan dan kesehatan. Ini adalah kewajaran yang menjadi harapan. Anak-anak bertambah banyak dan makin besar yang harus tercukupi kamar tidurnya dan segala keperluan hidupnya. 100 m2 dengan dua lantai full mungkin cukup untuk tempat tinggal keluarga yang nyaman. Rumah dengan ukuran 100 m2 yang dibangun dua lantai penuh tidaklah terlalu berlebihan untuk keluarga kecilku dengan 5 anak-anakku. Yah, rumah kecil ini harus dibangun di lahan 1000 m2 . Lahan yang cukup untuk anak-anak bermain agar terjaga kesehatanya, untuk refresing bila kelelahan mendera, dan menjalin silaturahim dengan teman dan sahabat.

Wajar …., ya wajar memang sudah fitrahnya.
Saya akan kaya dan masuk surga.
Saya tidak mengerti bagaimana Tuhan menjawab harapan saya. Yang kumengerti , Aku harus meminta kepada-Nya. Dan Kuyakin Tuhan akan menjawab dengan cara-Nya.

31
Jul

Ngeblog Aku

episode 1988-2008

Memang sudah ketinggalan “kereta”, ketika orang sudah sampai kebulan bahkan bolak-balik saya baru kenal komputer. Meski tangan ini masih gemetaran menjalankan mouse, kucoba ‘tuk mulai mengenal. Dari menghafal rumus dan main control <ctr> sampai akhirnya senang main komputer tanpa mikir rumus untuk menjalankannya. Luar biasa itu mesin, pintar amat. Tapi tentu saya harus berterimakasih kepada yang punya ide pertama menemukan komputer ini. Yang telah bisa menggembiran saya berlama -lama menatap layar monitor.

episode 2008 – 2009

main komputer mulai lancar. Terus belajar ngeblog yang hasilnya jelek dan tidak menarik dan pasti akhirnya saya hapus. Bikin lagi, hapus lagi. Gak ngerti kenapa blog ini jelek melulu. Ada yang dibikin lalu tinggalkan sehingga lupa dan gak ingat alamatnya. Bosan. Itulah hasilnya main internet, iseng buka web atau baca email yang sedikit manfaatnya lalu iseng ngeblog untuk kemudian ditinggalkan atau terlupakan.

Tuhan kasihan kepada saya, diberilah jalan main komputer yang bermanfaat untuk usaha. Berdirilah usaha perusahaan distributor pulsa elektrik “OTRONIK 727” dengan counter pulsa “PORTAL SHOP” sebagai outlet pertamanya. Inilah awalnya saya semakin suka main komputer. Karena selain menggunakan seperangkat komputer melibatkan jaringan internet. Jadi sambil duduk memantau server yang telah diinstall software matrixpulsa saya bisa ngeblog.

“Grothal-Grathul”menyusuri alam maya menuntut ilmu bagaimana sekedar bikin blog, Lahir juga akhirnya blogku. Luar biasa memang informasi yang disajikan oleh internet. Sampai sering membuat saya tersasar ke alam yang gak jelas manfaatnya. Tapi itulah perjalanan yang mungkin akan memberikan pengalaman baik buat kehidupanku. Semoga.

29
Jul

Hallo Sobat

Selamat datang

Semoga Keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan berkah Illahi menyertai Anda, amiin.

Kenalkan INI Daku….

Ojrat, begitulah orang tuaku memberikan nama untukku. Nama yang ketika aku masuk sekolah menjadi kata-kata yang asing DAN unik buat teman-teman baruku, bahkan guruku “lho kok Ojrat? ….?” Bahkan sering menjadi kata-kata lecehan yang membuatku sedih dan tersinggung, tapi sebetulnya membuatku lebih mudah dikenal orang.  Sampai sekarangpun ketika aku gak lagi muda,  orang masih sering merasa aneh dengan nama itu. Maklum saya asli Jawa Tengah, yang tidak lazim memakai nama Ojrat.

Kutulis web ini untuk nanya dan cerita kegundahan hati terhadap bangsa ini. Yang hari demi hari makin terpuruk dan tersudutkan dalam pojok kekelaman.  Moral, Etika, sopan santun, kemiskinan, pengangguran, dan banyak keresahan yang mengharu-biru dalam nurani.

Bila sempat bantu kami kurangi beban dihati meski hanya sekedar mendengar cerita kami. Bila Anda berkenan, ringankan beban pikiran kami, berikan pencerahan  agar hidup anda lebih berkelimpahan kemuliaan dan semakin sehat. Sehingga kamipun demikian.

Salam Sejahtera
Ojrat




February 2010
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728